Pages

8/28/2012

Hello-Goodbye My Little Sibboo


Sibboo, kuskus milik saya dan Edward. Hari itu setelah kami berdua mencari buku-buku bekas di Blok M Plaza, kami melihat ada festival hewan peliharaan di sana. Itu merupakan kali pertama saya menggendong kuskus. Lucu, telapak tangannya licin seperti telapak tangan manusia.

Tanggal 20 April 2012, atas besarnya keinginan saya memelihara kuskus, saya dan Edward pergi ke Pasar Barito untuk mencari kuskus. Ada yang jual, kuskus berumur satu bulan yang dikeluarkan dari kandangnya. Saat itu dia sedang memeluk erat ibunya.

Kuskus ini kami namai Sibboo, dari kata "Sipit" dan "Botak". "Sipit" dan "Botak" adalah nama panggilan saya ke Edward dan Edward ke saya.

Sibboo benar-benar kami perlakukan seperti bayi kecil kami. Saya sampai mengabadikan foto pupu pertamanya. Keras, seperti odol kering.

Mata Sibbo yang bulat melotot memelas, sangat menarik perhatian saya. Genggaman erat tangan mungilnya membuat saya merasa Sibboo dekat sekali dengan saya. Sibboo selalu merangkak mendekati saya (dan Edward, atau siapapun), memanjat, dan mencari tempat yang hangat dan lalu tidur di sana. Di leher, di siku lengan, ataupun di pangkuan. Saya hafal betul setiap tingkah lakunya. Besar rasa sayang saya untuk menggendongnya tiap hari.

Aaaaa, Sibboo pipi sembarangan lagi!

Satu hal yang perlu diketahui, Sibboo sangat suka sekali dielus di bagian ketiak dan perut. Saya bisa melihat betapa Sibboo menikmatinya. Sibboo terbuai dengan mengangkat tangannya dan menggeliat.

Mami masih inget, dulu mami selalu suapin Sibboo makan pisang, ya! Sibboo susah makan. Tapi abis itu papi campurin pisang sama susu. Sibboo suka, kan?

Waktu itu Sibboo sempat sakit. Itu karena saya dan Edward lupa membeli pisang. Badan Sibboo lemas dan kaku, sampai duduk saja tidak kuat. Saya khawatir Sibboo kenapa-kenapa. Setelah Edward membelikan pisang, Sibboo akhirnya makan juga. Saya dan Edward membawa Sibboo pergi malam itu supaya Sibboo tetap dekat dengan kami. Untungnya keesokan harinya Sibboo sembuh, dan Sibboo juga pup banyak sekali.

Saya melihat video "Slow Loris eats rice ball" di Youtube. Dengan segera, saya langsung memberi Sibboo gumpalan nasi. Sibboo makannya berantakan sekali. Dasar bodoh!

Sibboo tidak pernah rewel kalau soal makanan, tapi makanan yang paling Sibboo suka adalah pepaya. Sibboo juga makan duku, mangga, semangka, apel, dan pernah juga jelly. Waktu itu Sibboo bandel, Sibboo naik ke atas meja makan untuk minum susunya oma.

Engga boleh, Sibboo, itu susu nenek-nenek!

Pernah suatu kali, saya membawanya ke kamar. Saya meletakkan Sibboo di bawah kasur. Sibboo berkeliling-keliling mencari cara untuk naik ke atas. Saya terus memperhatikan tingkahnya yang menggemaskan sampai akhirnya saya ketiduran. Pagi-pagi, saya menemukannya tidur di keranjang baju kotor saya dengan berselimutkan baju saya.

Sibboo teriak kalau Sibboo merasa tidak nyaman. Iya, sayang, mami ngerti kok!

Hahaha dasar, tikus got!

Itu kata-kata yang selalu dikeluarkan oleh Edward kalau saya mengirimkan foto Sibboo yang baru saja dimandikan. Tapi abis itu Sibboo wangi banget loh, pih, terus dibedakin juga lagi! :3


Mami, Sibboo pergi dulu ya!
Iya Sibboo, perginya jangan lama-lama ya.

RIP Sibboo 28 Agustus 2012
Everybody loves Sibboo

No comments:

Post a Comment